Bab 18Sudah cukup semuanya! Sudah cukup pembicaraan kali ini! Aku berusaha melepaskan diriku dari Bima, kemudian mencoba berlari ke luar. Namun baru beberapa langkah kaki ini, pria itu sudah lebih dulu menangkapku."Sebaiknya kamu istirahat dulu, pikirkan baik-baik.""Nggak ada yang bisa aku pikirkan. Kita sudah bercerai, dan biarkan aku pergi. Aku sudah memenuhi semua keinginanmu, dan aku persilahkan kamu menikah dengan selingkuhan kamu itu."Dadaku turun naik, meski sekarang tubuhku tidak lagi di dalam kungkungan Bima, tapi tangan pria itu begitu kuat memegang lenganku. Namun yang lebih mengejutkan adalah satu tangan pria itu kini turun ke bawah, mengusap perutku yang tak lagi rata. Bibir pria itu bergerak-gerak, "Adik, ini Papa. Adik mau kan tinggal sama Papa dan Mama? Mau ya, Nak?" Benar-benar nekat pria ini. Malah menggunakan kehamilanku sebagai alat.Apa dia pikir aku akan semudah ini terpengaruh?Jangan mimpi, Mas!Aku menggigit bibir, mencoba menahan diri agar tidak memaki
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-09 อ่านเพิ่มเติม