Bab 27Aku turun dari taksi dan melangkah perlahan. Rasanya berat sekali, tapi aku tidak punya pilihan, kecuali mendatangi firma hukum ini. Memang, aku sudah berjanji kepada Bima untuk tidak lagi berhubungan dengan Lukas, tapi ini sangat terpaksa. Tidak mungkin aku pergi tanpa identitas. "Lah, Ratih." Seorang pria menyambut. Pria itu, yang kebetulan berpapasan denganku. "Ah, Mas Rafli! Apa kabar?" Aku menangkapkan tangan di dada dan mundur selangkah supaya kami tidak bertabrakan."Sangat baik, Ratih. Kamu juga apa kabar?""Aku baik-baik saja, Mas." Setelah melepaskan tangan dari gagang pintu, aku menggeser tubuh ini ke samping, sehingga akhirnya masuk ke dalam ruangan. Sementara Rafli berdiri tak jauh dariku. "Aku kemari mau ketemu bang Lukas? Apa beliau ada disini?" "Wah... kebetulan beliau sedang ada sidang. Memangnya ada perlu apa? Apa aku boleh bantu kamu?" Pemilik mata elang itu tampak menyipit."Sebenarnya bisa aja sih, Mas. Soalnya tidak penting-penting amat, tapi aku butuh
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-12 อ่านเพิ่มเติม