Sementara itu, di Villa, suasana tampak jauh lebih tenang. Wildan dan Meysa baru saja sampai setelah perjalanan yang melelahkan dari rumah sakit. Mobil pick-up milik bi Aam itu sudah diparkir di depan, dan mereka masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang campur aduk.Wildan langsung menuju dapur untuk mengambil air minum, sementara Meysa menjatuhkan diri di sofa ruang tamu yang empuk. Ia merasa sangat lelah secara mental. Peringatan Pak Adam tentang "cinta romantis di balik meja kerja" terus terngiang di telinganya."Minum dulu," ucap Wildan pelan, menyodorkan segelas air putih pada Meysa."Terima kasih, Wil," jawab Meysa singkat.Wildan duduk di sampingnya, namun tetap menjaga jarak sekitar tiga puluh sentimeter. Kebiasaan menjaga formalitas itu tampaknya mulai mendarah daging. "Kita aman sekarang, Meys. Pak Adam sudah memberikan keputusannya. Fokus saja pada naskahmu. Jangan pikirkan Fiona dulu."Meysa mengangguk, namun baru saja ia hendak menyesap air minumnya, ponsel di kantong bl
Last Updated : 2026-01-23 Read more