Beberapa hari berlalu sejak kejadian Jagara muncul tiba-tiba di rumah sakit. Sejak itu, ada perubahan—kecil, tapi nyata. Lelaki itu, yang biasanya bertindak mengikuti impuls dan emosi, kini sedikit menahan diri. Ia tidak lagi muncul tanpa kabar di lorong poli, tidak lagi berdiri santai di ruang kerja Raya seolah tempat itu miliknya. Jagara mulai memahami batas yang Raya tarik dengan napas gemetar dan ketakutan yang tidak selalu bisa ia ucapkan.Namun patuh versi Jagara tetaplah Jagara.Panggilan telepon masih datang, nyaris tanpa jeda. Pagi sebelum Raya berangkat kerja, siang saat jam makan, malam ketika tubuh Raya sudah terlalu lelah untuk berpikir. Setiap dering selalu sama, suara rendah yang menanyakan kabar, memastikan Raya sudah makan, memastikan pintu kamarnya terkunci, memastikan Ardava tidak berada terlalu dekat. Dan Raya, entah sejak kapan, membiarkan itu terjadi. Membiarkan Jagara hadir lewat suara, lewat pesan singkat, lewat pertemuan-pertemuan singkat yang terasa seperti
Last Updated : 2025-12-16 Read more