"Kekasih Raya."Bisa kalian bayangkan bagaimana ekspresi terkejut Raya saat itu? Matanya, yang baru saja menemukan sedikit kenyamanan dalam kehadiran orang asing, melebar sempurna. Detak jam di tangannya terasa berhenti. Bahkan kepalanya sontak berputar, menatap sekitar dengan paranoia. Takut jika tiba-tiba Kirani muncul dari balik pohon palem dan menarik rambutnya di tengah siang bolong ini. Imajinasinya bermain liar, menciptakan skenario-skenario mengerikan yang membuatnya meringis.Jantungnya berdegup kencang, sebuah drum perang di dadanya. Di hadapannya, Zelvan, yang memulai semua ini, justru mengangguk paham, seolah seorang ilmuwan yang baru saja membuktikan hipotesisnya. Ia bergantian menatap Raya dan Jagara dalam satu waktu, matanya berkilau dengan kerlip yang jahil."Your girl is too pretty to be alone, you need to be careful," kata Zelvan pada Jagara, suaranya rendah dan penuh arti. Lalu, ia kembali menatap Raya, "Nice to see you, Raya." Katanya, diakhiri dengan kedipan mat
Last Updated : 2025-12-12 Read more