"Kamu punya kondom?"Pertanyaan itu, dilontarkan dengan napas yang memburu, adalah pukulan telak yang menghancurkan sisa kendala di antara mereka. Jagara menelan ludahnya susah payah, tenggorokannya tiba-tiba kering. Ia menatap kedua mata Raya yang kini memerah, menatapnya dengan sorot yang begitu menggoda imannya, sebuah tantangan terbuka yang ia tidak bisa tolak.Dengan gerakan cepat, tanpa sedikitpun niat untuk menurunkan Raya dari pangkuannya, Jagara bangkit. Kedua tangannya yang kuat ia pergunakan untuk menahan tubuh Raya agar tidak jauh, memeluknya erat dalam sebuah gerakan yang memancarkan possessiveness murni. Dengan langkah pasti, ia membawa Raya menuju kamar utamanya.Sementara itu, bibirnya ia tautkan lagi di bibir Raya, menciumnya dengan panas yang membara, meluncur dari sudut bibir, ke dagu, lalu turun ke tengkuk dan leher yang sensitif. Ia meninggalkan jejak-jejak hangat, sebuah klaim atas setiap inci kulit wanita itu. Ketika mereka sampai di tepi tempat tidur, Jagara m
Last Updated : 2025-12-18 Read more