Di dalam mobilnya, Danendra sudah memakai sabuk pengaman. Ia menelepon memakai headsetnya di telinga. Bukannya Marissa yang menjawab, ini malah suara operator wanita yang berbicara dengan suara tegas namun sopan. "Sial! Kenapa Marissa malah mematikan ponselnya?" Danendra menjadi kesal. Ia sengaja menyimpan ponsel hitam miliknya di rumah Marissa agar lebih gampang dirinya menghubungi wanita itu. Tapi, setelah menyimpan HP pun, Marissa masih tidak bisa dihubungi. Danendra pun segera menyalakan mobil dan pergi dari sana. Sambil membawa mobilnya, ia kembali menghubungi seseorang. Tapi, kali ini bukan ke ponsel miliknya yang ada di tangan Marissa, melainkan Asisten Anas. "Segera minta nomer Marissa pada Ray sekarang juga, cepat!" perintahnya pada Asisten Anas yang ada di seberang telepon. Selain itu, Danendra memberi perintah lagi, "Lacak lokasi Darius sekarang! Bila perlu, pantau terus sampai besok!" "Kirim secara berkala kepadaku!" tambahnya lagi dengan tegas. Setelah itu,
Magbasa pa