Danendra masih membolak-balik buku menu di tangannya. Jemarinya berhenti di beberapa halaman, lalu menunjuk satu per satu dengan ekspresi datar. “Apa kau suka yang ini? Atau yang ini?” tanyanya. Marissa melirik sekilas, tetapi tidak benar-benar membaca. Matanya mengikuti gerak jari Danendra, sementara pikirannya melayang jauh. Ia hanya mengangguk pelan, seolah semua pilihan itu sama saja baginya.Sikap Danendra selalu seperti itu—kadang terlihat perhatian, kadang terasa dingin dan membuat Marissa bingung. Ia tak pernah tahu versi Danendra yang mana yang akan ia hadapi. “Baiklah,” ucapnya akhirnya. “Kita pesan ini saja!”Danendra menghela napas pendek. Tatapan pria itu menajam, seperti sedang menilai sesuatu yang tidak memuaskan. Ia menutup buku menu, memanggil pelayan, lalu memesan beberapa hidangan tanpa bertanya lagi pada Marissa. Hari ini, pekerjaan Marissa sangat mudah. Ia hanya pergi sambil membawa berkas yang diminta ke kafe, lalu makan sambil mendengar penjelasan Dane
最終更新日 : 2025-12-19 続きを読む