Início / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 36 Berpartisipasi

Compartilhar

Bab 36 Berpartisipasi

Autor: Tusya Ryma
last update Data de publicação: 2026-01-01 20:46:26

Di sebuah night club terbesar di kota itu, Marissa masuk dan berjalan menuju meja Danendra yang ada di bagian tengah. Pria itu terlihat sedang duduk bersama dengan empat orang yang seusia dengannya.

"Selamat malam!" sapa Marissa dengan sedikit canggung ketika sudah ada di depan meja.

"Perkenalkan, saya Marissa, asisten pribadi Pak Danen! Boleh saya duduk di sini?" tanyanya.

Tanpa menunggu jawaban dari orang-orang itu, Marissa segera menarik salah satu kursi yang kosong, lalu duduk di sana
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 322 Wanita yang Kucintai

    Danendra berteriak. Ia sudah tidak tahan dengan sikap ibunya yang kasar dan menyebalkan. Awalnya Danendra tidak ingin menjadi anak durhaka yang melawan dan membentak ibunya. Tapi sekarang, ibunya sudah keterlaluan. "Haha! Lucu sekali!" Ambar malah tertawa. "Kau bilang, dia cucuku? Hufttt... " Ambar menutup mulutnya dengan tangan, menahan tawa yang akan keluar. "Cucu dari mana? Bukankah kembaran Izela sudah meninggal saat bayi? Sekarang, tiba-tiba saja hidup lagi. Ini sungguh lucu!" "Hemmm, hebat sekali Marissa! Hobinya memungut anak orang lain. Dulu Diego, sekarang Michael! Tapi anak sendiri ditelantarkan! Adaaa, ya, di dunia ini ibu semacam itu?" Semakin didengarkan, ucapan Ambar semakin menyakitkan. Marissa tidak tahan kalau terus seperti ini. "Maaf, Nyonya! Untuk masalah guci yang Michael pecahkan, nanti saya akan menggantinya!" ucap Marissa dengan menahan semua gejolak pada dirinya. Tangannya terkepal erat sambil merangkul puncak putranya. "Baguslah! Ganti barangnya

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 321 Nenek tidak Suka

    Hari ini merupakan hari yang sangat menegangkan bagi Marissa. Untuk kedua kalinya setelah lima tahun, Marissa kembali lagi ke rumah keluarga Adipraja untuk bertemu orang tua Danendra. "Tidak apa-apa! Kau jangan takut!" ucap Danendra dengan pelan. Satu tangan memegang roda kemudi, dan tangan yang satunya lagi memegang tangan Marissa. "Enh! Aku tidak apa-apa, hanya sedikit gugup saja!" balas Marissa sambil menoleh ke arah Danendra. "Hmhm! Baguslah!" Pria itu pun tersenyum. Wajahnya terlihat berseri dan sangat bahagia. Bagaimana tidak bahagia? Ini adalah waktu yang sudah ditunggu-tunggu sangat lama. Di mana dia membawa Marissa lagi ke rumah orang tuanya dan akan memperkenalkan anak laki-lakinya juga. Bisa berkumpul dengan anak-anak dan istri merupakan kebahagiaan yang selalu dibayangkan oleh Danendra. Dan sekarang, menuju kebahagiaan itu tinggal satu langkah lagi. "O, iya! Tadi malam, kenapa kau pergi begitu saja? Kenapa tidak bilang padaku kalau kau mau kembali ke Kota A?" tanya

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 320 Bertemu Orang Tua

    Walau terkejut, tapi Marissa mencoba untuk menanggapinya dengan santai. Ia pun berkata dengan sedikit bercanda, "Aishhh, anak kecil! Usiamu baru 11 tahun! Burungmu masih belum bisa bangun, tapi kau sudah membahas masalah pernikahan! Lebih baik sekarang sekolah yang benar, jadi anak yang pintar, tumbuh menjadi pria dewasa sehebat Papa Darius! Buatlah Mama dan papamu bangga! Bukankah itu yang selalu Mario janjikan pada Mama?" Marissa masih ingat, anak itu selalu berkata seperti itu padanya. Mario berjanji akan menjadi pria hebat seperti Papa Danen, akan membuat ibu dan neneknya bangga. "Heemm, tapi aku—" Baru saja Mario ingin berbicara, tiba-tiba pintu unit milik Marissa terbuka. Dari dalam, terlihat Danendra bersama kedua putranya bersiap pergi ke luar. "Eh??? Danen! Ka-kapan kau kembali?" tanya Marissa dengan terkejut. Hari Minggu ini, seharusnya Danendra dan yang lainnya masih ada di Kota C. Ada acara lagi di siang nanti. Tapi sekarang, jam 9 pagi, pria itu sudah ada di a

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 319 Zain Sudah Sadar

    Di aula yang sangat luas, didekorasi layaknya sebuah pesta, Marissa masuk dan mencari Danendra. Pria itu sudah ditelepon beberapa kali, tapi tidak diangkat. Dicari ke tempat acara pun tidak ada. "Aishhh ... di mana Danen?" Marissa menatap kiri dan kanan, mencari sosok tampan yang tadi sudah berpakaian rapi lengkap dengan jas dan sepatunya. Selain Danendra, Marissa pun sudah memakai gaun cantik untuk menghadiri acara malam ini. Tapi sekarang, setelah adanya telepon dari Zain dan Darius, Marissa bergegas menghapus make up di wajah, lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian miliknya yang sudah dicuci bersih. "Ah! Biar nanti kutelepon lagi, lah!" Marissa kembali keluar. Ia bergegas masuk ke dalam lift, lalu turun ke bawah menuju lantai satu. Kalau Marissa tetap berada di sana dan mencari Danendra, bisa-bisa dirinya ketinggalan pesawat. "Taksi!" panggil Marissa ketika ada taksi yang baru menurunkan penumpang. Sekarang taksi itu sudah kosong. "Bisa antar saya ke bandara?" tan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 318 I Love You

    Di dalam kamar hotel berjenis Apartment-style yang sangat luas dan nyaman, Marissa masuk bersama Danendra. Ia pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari pasir dan air laut yang menempel di tubuhnya. Sebelum pintu kamar mandinya ditutup, Danendra bertanya dengan cemas, "Kau tidak apa-apa, kan?" "Ya, aku tidak apa-apa!" jawab Marissa dengan pelan. "Karyawati tadi, siapa namanya?" tanya Danendra yang mulai penasaran dengan orang yang sudah berbuat jahil pada wanitanya itu. Namun sepertinya, saat ini Marissa tidak ingin membahas tentang Jesi. Perbuatan teman satu kantornya itu benar-benar membuatnya kecewa. Dikira Jesi teman yang baik, tapi ternyata dia serigala berbulu domba. Sangat berbahaya untuk orang-orang di sekitarnya juga. "Aku mau mandi dulu!" ucap Marissa tanpa menjawab pertanyaan dari pria di depannya. "Emh, baiklah!" Danendra pun mengerti. Ia tidak bertanya lagi. Sebelum pintu kamar mandinya benar-benar tertutup, tiba-tiba Marissa melihat tetesan air dari

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 317 Gara-Gara Kau

    Di pantai yang sangat indah dan luas, juga cuaca yang tidak terlalu terik, air yang berwarna biru dengan gemuruh ombak dihiasi pasir putih, Marissa berdiri bersama timnya, bersiap untuk melakukan permainan mencari kerang. Para peserta sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian renang, tidak terkecuali dengan Marissa. Semua pakaian dan barang-barang yang Marissa pakai itu semua dari Danendra. Dirinya tidak membawa apa pun selain pakaian yang melekat pada tubuhnya. "Siap semuanya? Mulai!" "Frittt!" Semua orang berlari ke dalam air dan menerjang ombak yang tidak terlalu besar. Mereka harus mengumpulkan kerang sebanyak-banyaknya dalam waktu 15 menit. Permainan seperti itu, bukan hanya agar mereka semua bermain air, juga agar anggota tim bisa lebih mengenal dan lebih akrab satu sama lain. Di tim Jesi, Ara begitu kesal karena ketua tim mereka tidak ada. Jesi berpamitan pergi ke toilet dan sampai sekarang belum kembali. Dari tim mereka pun hanya empat orang yang mengumpulkan ker

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 22 Habis Minum, Ya?

    Setelah suasana hatinya mulai membaik, Marissa keluar dari toilet itu. Marissa memaksakan diri untuk kembali ke mejanya walau dalam hati sudah tidak bersemangat lagi. Ia berjalan melewati orang-orang yang sedang menari dibawah lampu warna-warni diiringi suara musik yang sangat keras. Mereka asyik

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 17 Di Bawah Alam Sadar

    Di ruang tidur yang cukup luas dengan desain interior modern yang elegan, Danendra membuka semua pakaian dan melemparnya ke tempat cucian. Ia pergi ke kamar mandi setelah mengambil handuk bersih dari dalam lemari. Walau di luar ada seseorang yang sedang menunggunya, tapi itu tidak membuat Danendr

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 21 Siapa yang Menuduh?

    Pasalnya, momen seperti ini sangat jarang terjadi. Di mana ibunya datang ke Kota A, dan bersedia menginjakan kakinya di rumah sewaannya, juga bersedia menemani Mario di rumah. Walau ini bukan kali pertama Merina datang ke rumah Marissa, tapi terkahir kali dia datang, itu sangat lama. Dan biasanya

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 19 Pilihan yang Sulit

    Entah mengapa, Danendra, yang selama lima tahun ini selalu bersikap dingin pada semua orang dan tidak pernah tertawa, malah menjadi periang ketika bersama dengan Marissa. Disadari atau tidak, Danendra menjadi lebih hangat dari sebelumnya ketika berhadapan dengan Marissa. Dengan sedikit tersenyum,

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status