Reyhan mengangguk paham, namun Nilna mrnatap Arjun heran."Dad, sebenarnya ada apa di kamar itu?"Seketika Arjun menegang."Sebenarnya, aku mau ngajak Nilna tinggal di resort, tapi kayaknya perlu persiapan.""Apa? Resort? Di desa itu? Kamu yakin, Rey?" tanya Rea.Reyhan menatap Nilna sejenak. "Entah kenapa saat itu aku sudah membangun sebuah rumah di sana yang aku desain khusus. Cuma, kebali ke Nilna, dia mau di mana."Suara Reyhan terdengar pelan, nyaris tenggelam dalam sisa riuh yang belum benar-benar hilang.Nilna menatapnya sebentar. Lalu mengangguk kecil.“Aku ikut kamu saja.”"Kalau gitu, sementara kalian di penthouse. Soal pindah, urusan nanti."Tidak ada perdebatan lagi.Reyhan hanya mengangguk, lalu mengalihkan perhatian ke Anaya yang masih terlelap di pelukan pengasuh. Dengan hati-hati, ia mengambil bayi itu, memastikan kepala kecilnya tersangga dengan baik.“Ayo.”Langkah mereka menjauh dari tempat itu tanpa menoleh lagi.Mobil melaju meninggalkan area acara. Lampu-lampu ko
Read more