Sementara itu, Nilna masih duduk, mencoba memahami semua yang baru saja terjadi.Statusnya telah berubah tanpa benar-benar ia sadari.Saat Nilna berdiri untuk mengabadikan pernikahan mereka dipandu fotografer, Reyhan berdiri di sampingnya kini. Dekat. Makin mendekat. Nilna menatapnya. Pandangan lelaki itu tak pernah lepas darinya, tapi sorot mata itu, begitu tulus, bukan seperti yang ada di vidio yang ditunjukkan Renji padanya. "Mas, resort itu kamu bangun mulai dari nol. Bagaimana mungkin kamu memberikannya padaku,. Bukankah aku telah bilang, aku tidak mau apa-apa, " ucap Nilna setelah mereka usai foto. Reyhan tersenyum tipis, sedikit menjaga jarak agar Nilna merasa aman.“Semua itu untuk Anaya. Bukankah milikmu, kelak juga akan menjadi milik Anaya? " Reyhan menatap Anaya yang digendong suster, berdiri tak jauh dari mereka. "Untuknya, aku akan berikan semuanya. Aku hanya ingin kamu percaya satu hal, " ucap Reyhan pelan tanpa menatap Nilna. “Aku tidak akan melanggar janji.”Nilna m
Read more