"Mas… perutku sakit!"Teriakan Keysha menembus dinding kamar, pecah, serak, seperti kaca diremas disertai gedoran di pintu.Renji tersentak. Tubuhnya yang masih dekat dengan Nilna menegang seketika. "Sakit?" Suaranya berubah panik. Ia menoleh cepat, lalu menatap pintu. "Keysha?"Gedoran terdengar lagi, lebih keras. "Mas! Sakit banget! Tolongin aku!"Nilna menahan napas. Detik terasa panjang. Ia menangkap wajah Renji yang mendadak pucat, sorot matanya berlarian, seolah satu keputusan harus jatuh saat itu juga."Aku keluar sebentar," kata Renji, tergesa. "Kamu tunggu.""Nggak ush, Mas, urus saja dia."Renji tersenyum sekilas, memakai celananya kembali, menyambar kunci, lalu membuka pintu tanpa menoleh lagi. Langkahnya terburu, menyisakan bau minyaknya dan denyut jantung Nilna yang masih tak karuan.Pintu menutup.Sunyi menggantung, berat.Nilna bangun, lalu duduk di tepi ranjang sambil membenarkan kancing bajunya. Tangannya menyentuh perut sendiri, pelan, seperti memastikan sesuatu masi
آخر تحديث : 2026-02-23 اقرأ المزيد