"Nilma, cepat kemari, bantu bawain belanjaan," teriak Ayaka dari ruang depan, keras, tegas, dan terasa seperti perintah yang tak memberi ruang untuk menawar. Nilna yang bingung dengan langkah Renji yang tadi mendekat, refleks menegangSeketika langkah di depan pintu kamar Nilna menjauh sambil berkata. "Biar saya saja, Mi," ucap Renji menyela.Nada suaranya terdengar santai, seolah tak ada apa-apa. Namun bagi Nilna, suara itu cukup menyelamatkan dirinya yang begitu lelah menghadapi mereka.Nilna menarik nafas lega. Setidaknya dia tak harus keluar lagi dan meneruskan tidurnya.Keluhan panjang dilontarkan kedua orang yang kini datang, tapi Nilna telah menutup telinga. Demikian juga saat mereka mengusik Nilna pagi harinya."Nilna kamu nglamunin apa kok masakanmu hari ini begini?" protes Kreysha pagi itu."Sabar, Nilna. Ini nggak akan lama," batinnya.Ia mengulang kalimat itu seperti mantra. Berkali-kali. Seolah dengan begitu semuanya akan benar-benar cepat berlalu. Namun, keyakinan itu r
آخر تحديث : 2026-02-19 اقرأ المزيد