"Siapa?" tanya Nilna khawatir, nyaris tanpa napas."Saya, Mbak."Nilna membuka pintu, ternyata dua satpam yang berjaga malam ini."Pak Prayit, Pak Romi? Ada apa?""Apa Mbak Nilna baik-baik saja?" tanya Pak Prayit, lelaki berperawakan tinggi proporsional itu."Memang ada apa, Pak?" tanya Nilna khawatir."Saya lihat ada yang mendekati kediaman Mbak, jadinya kami mengejar kemari.""Apa?" Nilna merasakan bulu kuduknya berdiri. Kedua orang ituenelisik ke dalam. Rumah mungil itu hanya ada ruang tamu dan kamar tidur juga sebuah kamar mandi dan dapur kecil, terlihat jelas jika ada yang mencurigakan."Apa perlu kami geledah, Mbak?" tanya Pak Romi yang perawakannya tak jauh beda dengan Pak Prayit.Nilna menelisik sekitar. Saat ia merasa tak ada apa-apa, dia menggeleng. " Nggak usah, Pak. Kayaknya nggak ada apa-apa kok di sini.""Baik kalau begitu, Mbak. Kalau ada apa-apa, Mbak hubungi kami, kami langsung datang."Iya, Pak, terimakasih."Kedua orang itu pun berlalu. Nilna segera masuk ke kamar
آخر تحديث : 2026-03-03 اقرأ المزيد