Home / Romansa / Antara Kamu dan Putraku / Bab 86 Kenangan Terindah

Share

Bab 86 Kenangan Terindah

Author: Weneedta
last update Last Updated: 2026-02-17 22:02:04

Kedua mata Aldo masih menyelisik wajah Elena yang tertunduk. Dia khawatir Elena sedang mengalami masalah keuangan. Jika memang begitu, dia tidak akan ragu membantunya.

“Coba cerita padaku. Kita masih berteman baik ‘kan?” bujuk Aldo yang tak tahan melihat Elena seperti itu.

Dia berharap Elena mau terbuka padanya. Sepanjang yang dia tahu, tidak ada yang membantu Elena dalam hal keuangan.

Beberapa menit telah berlalu, tetapi Elena masih bungkam.

“Sayang, kalau ada masalah kamu bisa―”

Ucapan Aldo t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 105 Bangkit

    Keesokan harinya Elena kembali bekerja. Kemarin dia terpaksa izin kepada Brenda, dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Biarlah, toh atasannya sudah tahu permasalahan rumah tangganya, kecuali fakta mengenai ayah kandung Justin.Elena juga menceritakan masalahnya pada Asya. Bagaimanapun, hanya Asya yang menjadi teman baiknya. Meskipun awalnya menutup diri, pada akhirnya Elena mengakui bahwa dia membutuhkan seorang teman.Asya mengembuskan napas panjang. “Ada-ada saja ya, Len. Tapi menurutku, kamu tidak bisa diam saja. Kamu harus melakukan sesuatu.”“Aku tahu, Sya. Aku harus memikirkan rencana untuk mengambil kembali kepercayaan Justin. Juga rencana untuk berpisah dari Mas Damar. Meskipun semuanya membutuhkan waktu.”“Setuju. Aku dukung sepenuhnya kamu cerai dengan Damar. Maaf ya Len, suami dan mertua kamu benar-benar toxic.”Elena mengangguk. Kali ini dia tidak akan tinggal diam. Bukan dendam, dia hanya tidak mau menjadi wanita lemah lagi. Dia harus bangkit untuk Justin dan dirinya

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 104 Meninggalkan Rumah

    Elena masih berdiri terpaku dan menatap nanar putranya. Perasaan sakit langsung menusuk ke relung hatinya.“Kamu mengusir Mama, Justin?” tanyanya kemudian dengan suara bergetar. Dia tidak percaya telah diusir oleh putranya sendiri.“Iya! Lebih baik aku tidak punya ibu seperti Mama. Ayah kandungku saja tidak jelas. Kalau orang lain tahu, mereka akan mengatai aku anak haram.” “Tidak seperti itu, Justin. Di rumah sakit, Mama sudah menjelaskan semuanya sama kamu. Rangga, ayah kandung kamu, tidak pernah menolak kehadiran kamu. Seandainya Rangga tidak meninggal, kami sudah pasti menikah.”“Tidak ada gunanya Mama ngomong begitu sekarang. Kenyataannya aku bukan anak Papa Damar. Tapi Papa Damar sayang sama aku. Tidak pernah marah, dan sering mengajak aku jalan-jalan.”Justin menatap ibunya. Wajahnya memerah karena marah, dan matanya sudah berkaca-kaca.“Tapi Mama masih berhubungan dengan Kak Aldo. Padahal aku sudah minta Mama putus. Mama egois! Hanya memikirkan diri Mama sendiri! Mama tidak

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 103 Diusir

    Justin terdiam. Dia enggan membicarakan pertengkaran orang tuanya. Apalagi menceritakan pada neneknya.“Hmm, seharusnya Nenek tidak bertanya sama kamu,” ucap Ratih yang menyadari Justin tidak suka dengan pertanyaannya. “Sudah, kita lanjutkan makan.”Justin melanjutkan makan dalam diam. Begitu pun dengan Ratih. Namun benaknya penuh dengan kata-kata ancaman yang dilontarkan Avanti. Dia juga mengingat percakapan dengan anaknya.Beberapa menit berlalu. Ratih sudah tidak tahan menutup mulutnya.“Apa kamu tahu, Justin, Mama kamu punya pacar. Mama kamu selingkuh. Bahkan Nenek pernah melihat Mama kamu pulang diantar laki-laki lain.”“Waktu itu ‘kan Nenek sedang menginap di rumah Om Abram,” lanjut Ratih. “Jadi Nenek tidak tahu persis masalahnya. Sebenarnya Papa dan Mama ribut apa sih? Apa kamu tahu, Justin?”Justin menghentikan makannya yang tersisa sedikit. Wajahnya cemberut, dengan kedua alisnya menyatu.“Aku tidak tahu apa-apa,” jawabnya dengan suara dingin.“Lho, kamu ‘kan ada di rumah. Ma

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 102 Mengundurkan Diri

    “Apa yang ingin dibicarakan?” tanya Elena masih tetap berdiri. “Aku tidak bisa lama-lama karena harus datang lebih pagi. Sudah seminggu aku tidak masuk kerja.”Damar menatap Elena. Dia dapat melihat luka di wajah istrinya, meskipun bekasnya mulai memudar. Tebersit perasaan bersalah dalam hatinya. Namun hanya sesaat.“Bagaimana kondisi Justin?”“Sudah baik. Lusa dia bisa masuk sekolah. Apa ada lagi yang mau Mas tanyakan?”Suara Elena terdengar datar dan dingin, membuat Damar ragu untuk menanyakan sesuatu yang mengganggu pikirannya. Namun akhirnya dia memutuskan bertanya.“Kenapa semalam kamu tidur di kamar Justin?”Elena menekan bibir bawahnya sebelum menjawab. “Seandainya ada kamar kosong, aku pasti sudah tidur di sana.”“Jadi kamu sudah tidak mau tidur sekamar denganku?” Emosi Damar mulai naik. Egonya tersentil akibat ucapan Elena.“Apa Mas pikir aku bisa melupakan begitu saja atas apa yang telah terjadi?” Elena menjawab dengan sinis. “Sudahlah, ini masih pagi. Aku tidak mau suasana

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 101 Berharap Jalan Terbaik

    Elena membeku seketika. Tak lama dia menoleh ke belakang, melihat putranya yang berbaring di ranjang.“Belum.”Justin tidak memberi balasan, akhirnya Elena meninggalkan kamar putranya. Namun pertanyaan Justin membuatnya berpikir. Apa yang akan dilakukannya jika bertemu Damar? Apakah Damar akan marah karena dia sempat meninggalkan rumah?Elena juga berkesimpulan, sepertinya Justin bisa menerima Damar meskipun sudah mengetahui fakta bahwa Damar bukan ayah kandungnya. Buktinya, Justin ingin kembali ke rumah.Sikap Justin terhadap Damar, cukup mengganggu pikirannya. Bahkan membuat semangatnya turun. Sebelumnya Elena sudah bertekad akan mengajukan gugatan cerai, tetapi sekarang dia bimbang. Bagaimana jika Justin tidak menginginkan perceraian orang tuanya?‘Ya, Tuhan …. Aku berharap ada penyelesaian untuk masalah ini. Apa aku harus bertahan dengan Mas Damar selama sisa hidupku?’Elena menghela napas panjang. Seandainya dia sendiri, pasti tidak sulit baginya untuk menentukan sikap.***Damar

  • Antara Kamu dan Putraku   Bab 100 Ancaman Avanti

    “Apa Bu Ratih benar-benar tidak tahu perlakuan Damar terhadap Lena?”Ratih tidak menjawab. Wajahnya masih tampak tegang.“Apa Bu Ratih tahu kenapa Lena pergi dari rumah?” tanya Avanti lagi.Dia sengaja menjeda ucapannya untuk melihat reaksi besannya. Namun Ratih masih diam.“Damar melakukan KDRT pada Lena, itu sebabnya Lena pergi dari rumah.”Ratih tercengang. Mulutnya melongo seketika.“Tidak mungkin,” sangkalnya tak lama kemudian. “Damar tidak mungkin seperti itu. Kalau bertengkar biasa, mungkin ya. Namanya rumah tangga, tidak selalu berjalan mulus. Pasti ada saja pertengkaran.”Avanti mendengus. Salah satu sudut bibirnya terangkat, membentuk senyuman sinis.“Jes, coba tunjukkan foto-foto Lena yang ada di ponsel kamu!” perintahnya pada putri bungsunya.Jessica membuka galeri foto dan mencari foto yang dimaksud, kemudian memberikan ponselnya kepada sang ibu.“Jangan kasih ke Mama!” tolak Avanti. “Tunjukkan foto-fotonya pada Bu Ratih!”Jessica menuruti perintah ibunya. Siapa juga yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status