“Maaf, Pak Haris. Ada sedikit kesalahpahaman,” ujar Pak Dirga cepat, mencoba meredakan suasana.Apalagi ini masih sangat pagi, sekalipun jam kerja belum dimulai, tapi kubikel rata-rata sudah terisi, karyawan sudah berdatangan. Takutnya ini menjadi masalah besar.Haris menatap Dion dan Selena secara bergantian. Tatapannya datar, tetapi tajam. Dion hanya bisa menunduk, napasnya naik turun tidak beraturan, seolah dadanya terlalu sempit untuk menampung gejolak emosi yang sedang mengamuk di dalamnya.Berbeda dengan Selena.Perempuan itu justru bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Dengan tenang ia menyalakan komputer, merapikan map, lalu mulai memeriksa lembaran pekerjaan di atas mejanya. Tangannya memang sedikit bergetar, tetapi wajahnya tetap terkunci dalam ekspresi profesional yang nyaris dingin.“Ini kantor,” ujar Haris akhirnya, suaranya rendah namun tegas. “Kalau ada masalah pribadi, jangan dibawa ke sini. Selesaikan di luar kantor, jangan menjadikan kantor ini ajang pertunjukan hub
Terakhir Diperbarui : 2026-01-28 Baca selengkapnya