“Gak, Sel. Kenapa kamu yang harus kalah? Kamu nggak bersalah,” ujar Mala sambil menatap Selena lekat, seolah ingin memastikan sahabatnya itu benar-benar mendengar dan memahami.Bagi Mala dan Bian, kalau Selena seperti ini, orang-orang akan semakin menyebarkan cerita semaunya. Dan semakin lama, semua orang akan percaya dengan berita itu karena Selena tidak membela diri.Selena menghembuskan napas pelan. “Apa masih perlu ngomong soal bersalah atau nggak bersalah di sini?” tanyanya lirih.“Tentu saja!” sahut Mala tegas.“Membela dirinya juga percuma, aku tetap akan kalah dan salah,” sambung Selena putus asa.Selena menggeleng. Dia tahu betul, inilah risiko yang harus dihadapi jika ia tetap bertahan di tempat itu. Tidak selamanya dia bisa menyembunyikan hubungannya dengan Haris, meskipun sejauh ini hubungan itu pun belum diberi label apa pun.Dan yang paling terasa, suasana kerja jelas tidak akan sama lagi. Tatapan orang-orang, bisikan yang sengaja dipelankan, senyum yang terasa sinis, s
Read More