"Aku kesana!" Tanpa banyak bertanya lagi Harus segera berlari keluar rumahnya.Herman yang masih berada di teras rumah terkejut melihat Haris berlari."Ada apa, Haris?" tanya Herman menyusul di belakang Haris."Selena, Pa.""Selena kenapa?""Aku gak tahu."Saat tiba di depan pintu kontrakan Selena, Haris langsung membuka pintu itu.Dan ternyata memang pintunya tidak dikunci."Sayang, kamu kenapa?" tanya Haris langsung ke kamar.Di dalam kamar, Selena terbaring di samping Haisa yang terlelap.Keringat membanjiri keningnya, tapi dia menggigil."Kamu demam," ujar Haris."Kepalaku sakit, bahkan aku gak bisa berdiri, kepalaku rasanya berputar," jawab Selena lemah."Kita ke rumah sakit," ucap Haris langsung menggendong Selena."Terus, Haisa gimana?" Dalam keadaan lemah, Selena masih memikirkan anaknya. Rasanya dia tidak tega meninggalkan sang anak sendiri."Biar sama Papi aja, Sel," jawab Herman."Iya, biar Papi nanti panggilkan Ibu kalau takut Haisa nangis," sahut Haris sambil membawa S
Last Updated : 2026-02-17 Read more