“Arsya, anakmu tampan sekali, ya. Tubuhnya juga gemuk sekali. Aku gemas sekali dengannya,” ucap Virgo sambil menatap ke arah ranjang bayi yang masih dikerubungi para gadis cantik.Pandangannya kemudian bergeser, berhenti pada satu titik.Kiara.Gadis itu duduk di samping Sisil, wajahnya teduh, dengan senyum tipis yang entah kenapa mampu menarik perhatian siapa pun yang melihatnya. Saat mata mereka bertemu, Kiara hanya tersenyum sopan, sementara Virgo seperti kehilangan kesadaran sesaat.“Aku akan menikah dengan dia!” pekik Virgo tiba-tiba, menunjuk langsung ke arah Kiara tanpa ragu.Suasana langsung membeku.“Dokter Virgo … Anda mau ‘habis’ saat ini juga?” tanya Ken datar, tanpa ekspresi, tetapi nadanya cukup untuk membuat siapa pun berpikir dua kali.“Ken, kenapa kau selalu ikut campur urusanku?” Virgo mendengus kesal.“Jelas dia ikut campur,” sahut Arsya santai, namun dengan nada mengandung ancaman. “Gadis yang kamu tunjuk itu adalah adik kandungnya.”“Apa?!” Mata Virgo membulat sem
Read more