Mesin mobil berhenti di depan gedung apartemen Dasha. Kesunyian yang canggung seketika menggantung di udara. Kent menatap jalanan sepi, sementara Dasha menunduk, tangan masih tergenggam di paha. Ingatan tentang ciuman di pantai tiba-tiba menyeruak, detik-detik bibir mereka bersentuhan, hangatnya tangan Kent di pinggangnya, dan getaran jantung yang tak pernah dia rasakan sebelumnya. Dasha menelan ludah, mencoba menenangkan dirinya, tapi kilas balik itu membuat wajahnya memanas lagi. Kent juga tak bisa lepas dari bayangan itu. Diam mereka terasa berat, penuh kata-kata yang belum terucap, pertanyaan yang tak berani diajukan, dan rasa penasaran yang terus berputar di antara mereka. Kent berdeham ringan, suara itu memecah keheningan. Dasha ikut bergerak, menyesuaikan posisi di kursi. “Kita … sudah sampai,” ujar Kent pelan, meski mereka sebenarnya sudah berada di depan apartemen Dasha lima belas menit yang lalu. Dasha menatap Kent sebentar, lalu cepat mengalihkan pan
Terakhir Diperbarui : 2025-12-20 Baca selengkapnya