"Kalau gitu, tahu diri lah kamu. Sudah tahu kami saling mencintai, kenapa masih bertahan. Bodoh ya kamu, nggak punya malu, udah numpang, hamil di luar nikah, menyedihkan sekali," ucap Risa begitu tidak enak didengar. Jena menghela napas kasar, tidak usah emosi, tahan dan lebih baik jangan dimasukkan hati. Percuma, lawan bicaranya tidak punya hati. Kebencian telah mendarah daging dalam hidupnya. "Sudah ngomongnya, kalau sudah tidak ada urusan, silahkan pergi dari sini." "Hah, kamu mengusirku? Yang benar saja Jena, kamu ini sok banget mentang-mentang Bu Najwa sayang sama kamu. Asal kamu tahu ya, selama ini juga Arlo terus berhubungan denganku. Kami akan langsung menikah setelah anak kamu lahir, hamil kok nyusahin calon suami orang. Dasar tidak punya malu!" Buang waktu saja berbicara dengan perempuan yang rendah empati. Sekalinya benci, tetap memandang rendah bagaimanapun melihat. Jadi, telan mentah-mentah tanpa harus didengarkan. Biarlah wanita ini berbicara sesuka hati. "Terus
Read more