Paginya…Satria tersenyum melihat Berlina sedang buatkan kopi panas, mereka saat ini seolah sedang kemping saja berduaan di pulau kosong ini.Sebelum tinggal di sini, Berlina dan Satria sengaja belanja di perkampungan nelayan, kopi, gula, beras, ikan asin, mie instan juga alat masak.Sehingga selama 1 bulan ke depan, keduanya tak khawatir soal makanan. Ilmu ini dari Satria, yang pernah lama tugas di Papua, Berlina mana ngerti, tapi kini dia mulai paham.Badai tadi malam sudah berhenti dan laut tenang lagi, tidak ada lagi suara menggelegar petir di sertai kilat seperti tadi malam.Dengan tubuh masih polos Satria peluk Berlina dari belakang. “Pagi sayangku, lagi buatkan kopi yaah,” canda Satria.“Iyaaah suamiku sayang, cuci muka dulu, gosok gigi sekalian, biar enak ciuman,” sahut Berlina sambil cubit hidung mancung Satria, hingga Satria tertawa dan dia pun pasang celana, lalu menuju ke sebuah sumber air bersih, yang tak jauh dari gua ini.Kini keduanya kembali menikmati sarapan ala kadar
Leer más