Faya menyeringai, mengusap perut, sedikit ke bawah. Hihihi aneh sekali rasanya. Faya mengulum senyum sambil memejamkan mata. Lalu tertidur pulas, dia bahkan tidak tahu jam berapa Alex naik ke ranjang, menjejerinya tidur.Keesokan paginya, Alex menginformasikan jika Papa Agusto kemungkinan akan sedikit lebih lama di Singapura. Dan Faya mengiyakan saja kebohongan itu dengan wajah menyungging senyum.Terus begitu pada hari-hari berikutnya. Setiap Alex mengatakan sesuatu, Faya hanya perlu setuju. Tidak perlu bertanya apa pun.Di hari ke dua belas, setelah Faya menerapkan prinsip diamnya….“Kamu kenapa sih?” tanya Alex. Akhirnya dia mulai tampak menyadari perubahan sang istri.“Kenapa gimana, Pap?” Faya memasang wajah datar. Mati-matian menahan mulutnya agar tidak meringis, apalagi tersenyum.“Kamu sekarang jarang bicara.” Alex terlihat menatap tajam.Faya urung menyuap nasi ke mulutnya. “Masa sih? Kayaknya aku biasa aja deh, Pap.”Dia kemudian memasukkan nasi, mengunyah dengan menunduk. S
Last Updated : 2026-01-02 Read more