Bukan anak kandung?Berarti selama dua puluh enam tahun ini, wanita yang menyusuiku, yang menggendongku ke sawah, yang memukul pantatku kalau aku bolos ngaji, hanyalah orang titipan?"Mamak ngomong apa? Ngelindur ya?" Tawaku pecah, tawa sumbang yang terdengar menyedihkan dan dipaksakan.Aku menggelengkan kepala cepat, mencoba mengusir kalimat keramat tadi dari kepalaku. Tanganku meraba dahinya yang basah oleh keringat dingin, suhunya rendah sekali."Mak, jangan becanda. Ini bukan waktunya mengatakan hal yang enggak-enggak," ucapku dengan suara bergetar, berusaha terdengar santai tapi gagal total. "Efek obat bius ini pasti. Emak ngantuk kan? Mak, kita pindah ke kamar VVIP ya, Mak, beneran, Rafli sanggup buat bayar semuanya."Emak hanya diam dan menatapku dengan air mata mengalir.Air mata bening menetes dari sudut matanya yang keriput, mengalir turun melewati pelipis dan jatuh ke bantal. Tatapannya begitu putus asa, seolah dia kesakitan bukan karena penyakitnya, tapi karena kebenaran y
Last Updated : 2026-01-10 Read more