Shella langsung meletakkan gelasnya, dia hendak menjawab bahwa dia tidak keberatan, tapi aku memotongnya lebih dulu. Aku meletakkan gelasku di meja dengan pelan, lalu menatap halaman rumah yang kosong tempat kemarin tenda terpal berdiri.Aku menggelengkan kepala pelan."Nggak, Paman. Rafli nggak mau balik sekarang. Rafli mau di sini dulu beberapa hari," jawabku dengan nada mantap, mataku menerawang jauh mengingat pesan terakhir Emak."Lho, terus kerjaanmu gimana, Le? Nanti bosmu marah kalau kamu bolos kelamaan," tanya Paman Sudra khawatir."Bosnya ada di sebelah Rafli, Paman, jadi aman," jawabku sambil melirik Shella sekilas, mencoba bercanda sedikit untuk mencairkan suasana. "Lagian, Rafli masih mau nemenin Emak dulu di sini, rasanya belum rela ninggalin rumah ini cepet-cepet.""Iya, Paman ngerti, namanya juga masih berduka," Paman Sudra mengangguk maklum."Selain itu, ada satu hal lagi yang harus Rafli kerjain, Paman," tambahku dengan nada serius, suaraku merendah. "Rafli harus bere
Last Updated : 2026-01-13 Read more