Aku memasukkan kotak kayu berharga itu ke dalam tas ransel miliki dengan pergerakan cepat dan hati-hati."Ayo ikut Abah, Nak. Waktu kita sudah tidak banyak lagi sekarang," ajak pria sepuh itu melangkah menuju sudut ruangan berdebu.Aku memandu Pak Haji Kosim berjalan merunduk menuju jalur evakuasi rahasia di bagian belakang ruang kerja. Beliau menggeser pelan rak kayu jati tersebut dan memperlihatkan sebuah lubang gelap berbentuk persegi lurus ke bawah."Lo hati-hati di jalan, Raf! Jangan sampai mati konyol sebelum tugas utama lo selesai!" pesan Pak Sanjaya mengingatkan tepat sebelum kami masuk ke dalam lubang."Kalian juga ekstra hati-hati di atas sini, Pak, Ko! Jaga diri kalian baik-baik, jangan sampai ada peluru musuh yang nembus badan!"Kami berdua langsung turun meniti anak tangga batu yang terasa sangat lembap dan berlumut tua. Di atas kami, suara dobrakan keras pada pintu depan dan tembakan terdengar semakin bising menandakan musuh sudah mengepung bangunan utama.Aku dan Pak Ha
Ler mais