Claudia muncul di area balkon membawa dua gelas minuman dingin berhiaskan potongan buah. Gadis itu berjalan santai menghampiri posisiku dan Shella yang masih berdiri berdekatan."Cie, mentang-mentang udah aman, pelukannya nggak mau lepas ya dari tadi?" goda Claudia dengan nada suara sangat jahil.Aku dan Shella refleks melonggarkan pelukan, lalu kompak menoleh ke arahnya."Lo ganggu suasana aja sih, Clau. Orang lagi nyari ketenangan juga habis stres," balasku santai."Ketenangan apanya. Kak Shella aja nempelnya kencang banget kayak takut lo diculik alien pagi ini."Claudia lalu melangkah semakin dekat ke arah kami berdua. Dia sengaja menempelkan bahu kanannya ke sisi kiri tubuhku secara rapat. Gadis ini ikut menyandarkan tubuhnya ke pagar kayu jati menghadap laut lepas."Geser dikit dong, Raf. Gue juga mau ikut lihat pemandangan dari sudut sini," kilah Claudia dengan wajah tanpa dosa."Kamu kan bisa berdiri di sebelah meja sana, Clau. Kenapa harus nempel-nempel badannya Rafli segala s
Read more