Claudia dan Sora akhirnya duduk di barisan kursi bagian belakang kami. Ibu Liora mengambil posisi duduk di kursi seberang lorong agar bisa langsung beristirahat."Permisi, Pak Rafli. Kita akan segera melakukan pemanasan mesin," sapa seorang pramugari berseragam rapi yang menghampiri kami. "Tolong pasang sabuk pengamannya ya, Pak.""Iya, Mbak. Tolong siapin minuman hangat juga ya buat keluarga saya habis ini," pintaku."Baik, Pak. Untuk Nyonya dan adik-adiknya mau pesan minuman apa?" tanya pramugari itu dengan sopan."Gue jus jeruk aja ya, Mbak," sahut Claudia cepat."Aku teh kamomil hangat aja. Biar tidurnya makin nyenyak nanti," pinta Shella tersenyum ramah."Sora mau susu cokelat dingin, Mbak!""Baik. Mohon tunggu sebentar ya, Bapak dan Ibu."Pramugari itu mengangguk dan langsung berlalu menuju area dapur pesawat. Tidak lama setelah itu, getaran halus mulai terasa di seluruh bodi kabin. Mesin pesawat mengeluarkan suara keras saat proses pemanasan dimulai oleh pilot."Suaranya lumaya
Ler mais