Jari-jariku mencengkeram kemudi sampai buku-bukunya memutih. Kalimat terakhir di layar ponsel itu terus terbayang, bahkan setelah layarnya kembali padam.“Kenapa, Raf? Muka lo tiba-tiba pucat gitu,” tanya Claudia yang ikut melirik ke arah ponselku.“Bukan apa-apa. Pakai sabuk pengaman lo yang bener,” elakku sembari menekan pedal gas lebih dalam.Tidak ada gunanya menambah ketakutan gadis ini sekarang. Namun, isi pesan tadi membuatku yakin satu hal. Musuh sudah tahu di mana kami tinggal, dan mereka sengaja memberitahuku lebih dulu hanya untuk menikmati kepanikanku.Gerbang garasi bawah tanah akhirnya menyambut kedatangan kami. Mesin mobil langsung kumatikan begitu posisinya terparkir di antara deretan kendaraan pengawal.Dari balik kaca depan, terlihat dua pengawal berseragam gelap sudah berjaga di mulut tangga garasi. Salah satunya mengangguk singkat ke arahku, tanda instruksi Anton barusan sudah dijalankan.Pemandangan itu seharusnya membuatku tenang. Sayangnya, pesan singkat tadi ter
Last Updated : 2026-04-02 Read more