Kami masuk kembali ke dalam SUV dengan gerakan terburu-buru. Tanganku segera memutar kemudi, memutar balik kendaraan untuk keluar dari kawasan industri yang mencekam itu."Raf, tangan lo... berdarah itu," tunjuk Claudia ke arah lengan kiriku.Aku baru sadar ada luka goresan tipis akibat tangkisan pisau tadi. Rasa perihnya baru terasa sekarang saat adrenalin mulai turun."Cuma luka kecil, nggak usah khawatir. Yang penting lo selamat," jawabku sambil terus memacu mobil menjauh."Gue takut, Raf. Kalau mereka bisa bunuh diri segampang itu, berarti mereka nggak bakal berhenti ngejar kita sampai kita juga mati kan?"Pertanyaan Claudia menggantung di udara kabin mobil yang terasa pengap. Aku tidak punya jawaban yang bisa menenangkannya saat ini. Di dalam saku jas, kertas peringatan tentang investor asing yang kuterima di hotel tadi terasa semakin berat.Semuanya mulai terhubung. Musuh baru, pembelian saham ilegal, dan pasukan bunuh diri ini adalah satu paket serangan terencana."Dengerin gue
Read more