Aku dan Nona Shella saling bertatapan selama tiga detik. Keringat dingin sebesar biji jagung mulai meluncur turun dari pelipisku.Aku sudah siap mendengar teriakannya, siap dipecat, dan siap ditendang keluar sekarang juga."Kamu ngapain pegang-pegang botolku?""E-eh, anu, Non! I-ini... tas Nona tadi agak miring, botolnya mau jatoh, Non! Bahaya kalau tumpah kena karpet mahal ini, nanti Nyonya Alika marah. Jadi saya... saya refleks nangkep biar nggak gelinding," jawabku tergagap, mengarang alasan paling masuk akal yang bisa kupikirkan.Aku bahkan sedikit memiringkan tasnya dengan sikutku agar terlihat seolah-olah tas itu memang tidak seimbang.Nona Shella menatap botol di tanganku, lalu beralih menatap tasnya, dan terakhir menatap wajahku yang berkeringat. Dia menghela napas panjang, lalu kembali memalingkan wajahnya ke koran. "Oh. Yaudah, taro lagi yang bener. Awas kalau tumpah, gaji kamu saya potong buat loundry karpet.""S-siap, Non! Aman terkendali!"Kakiku lemas saking leganya. Non
Last Updated : 2025-12-24 Read more