Aneya tertegun saat mendengar pertanyaan itu keluar dari bibir Ravin. Meskipun nada yang ia dengar seperti tak sudi untuk dikatakan, tetapi ada rasa penasaran yang dapat tergambarkan di sana. “Dia baik-baik saja, anggota yang lain sudah tiba menanganinya sebelum kami ke sini,” jawab salah satu orang kepercayaan Ravin tersebut. “Katakan padanya untuk menyiapkan pengacara, jika dia bersikeras menolak nantinya, maka aku akan merekomendasikan pengacara yang cocok untuknya,” ujar Ravin dengan senyum miring penuh arti. Kedua pria itu mengangguk pelan sebagai tanda mengerti. Salah seorang di antaranya melangkah lebih dulu, lalu menggenggam pergelangan tangan mantan petugas keamanan itu dengan mantap. Genggamannya tegas, tetapi tidak sampai menyakitinya. Pria itu tidak melakukan perlawanan. Namun, hanya menurut saat diarahkan untuk berjalan. Aneya mengikuti setiap gerakan mereka dengan saksama. Tidak ada bentakan, dorongan, ataupun tindakan kasar yang terjadi. Namun, suasana di dalam
Read more