"Nggak bisa. Aku harus kembali. Kesya masih di dalam," ucap Andriyan sambil menggeleng. Dia tetap bersikeras ingin kembali."Kesya?" Kelvin bertanya sambil mengernyit, "Maksudmu, wanita tadi?""Ya!" Andriyan berbicara sembari mengangguk, "Kalau dia ketahuan, Arvin si bajingan itu pasti nggak bakal melepaskannya."Raut wajah Kelvin sedikit berubah ketika membalas, "Kondisimu sekarang terlalu buruk. Tapi, aku punya cara."Kelvin teringat pada orang mencurigakan yang tadi menawarinya investasi.Kelvin pun menarik napas dalam-dalam, lalu segera mengeluarkan ponselnya, mencari kontak orang itu, dan langsung melakukan panggilan video.Baru berdering sekali, orang itu langsung mengangkat. Dia sudah berada di sudut yang sepi, tetapi masih memakai topeng separuh wajah. Bagian bawah wajahnya penuh ekspresi menjilat ketika bertanya, "Bos? Kamu mau investasi sekarang?""Sudah kubilang aku akan investasi. Tapi sekarang, aku butuh kamu melakukan satu hal." Kelvin pun melanjutkan, "Bantu aku cari ses
Read more