Kelvin melambaikan tangannya sambil berkata, "Kalau begitu aman. Kamu fokus saja belajar dan berlatih. Soal uang dan Pil Pemulih Yuan, aku yang tanggung. Nanti saat kamu mau menerobos, Pil Pemeliharaan Spiritual juga bisa aku sediakan!"Mendengar janji itu, Usnandi hampir menangis lagi karena terharu.Kelvin langsung merasa tidak tahan dan cepat-cepat menghentikannya.Saat itu, ibu Andriyan membawa beberapa camilan malam.Walaupun kondisi hidup mereka tidak terlalu baik, Andriyan sendiri tidak kekurangan uang. Jadi, soal makan dan minum tetap cukup layak.Mereka pun duduk, lalu Kelvin membantu mengobati luka Andriyan. Lukanya cukup parah. Hanya dengan satu serangan, wanita tua itu sudah melukai organ dalamnya dengan serius.Niveria mengenal orang tua Andriyan, jadi dia pergi mengobrol dengan ibunya. Sementara itu, Regina tidak masuk ke dalam.Di halaman, hanya tersisa Kelvin, Andriyan, dan Usnandi yang duduk berhadapan.Kelvin melihat sekeliling, lalu bertanya, "Eh, pacar sama adikmu m
Read more