Mendengar penjelasan Hamid, teman-temannya pun langsung mengerti dan membiarkannya pergi. Namun, pria yang tadi menahan lengannya kembali mengejar keluar. Dengan wajah menyanjung, dia berkata, "Hamid, meskipun begitu ... kalau nanti kamu berhasil menemukan orang itu, jangan lupa angkat kami-kami ini ya.""Tenang saja. Kalau aku menemukan orang itu, apa aku masih perlu repot mengurus seorang gadis Keluarga Bastian? Begitu aku dapat dukungan dari atas, wanita seperti apa yang nggak bisa kudapatkan?""Aku pasti nggak lupa kalian. Sudah, aku pergi dulu."Hamid menepuk bahu pria itu, lalu melangkah cepat keluar bar.Begitu sampai di pintu, dia masuk ke mobilnya. Baru duduk, dia langsung memerintah sopir dengan nada tidak sabar, "Ke Hotel Majestic. Cepat!""Baik, Pak Hamid!"Sopir langsung menginjak gas.Di dalam mobil, Hamid mengeluarkan foto lusuh yang warnanya sudah menguning. Dia menatap wajah pria muda di dalam foto itu dengan penuh frustrasi."Bos kecilku ... kamu mau kucari ke mana?"
Mehr lesen