Lampu di ruang ICU masih menyala terang ketika seorang dokter akhirnya keluar dengan langkah berat. Masker medisnya diturunkan perlahan, sementara beberapa perawat berdiri di belakangnya dengan wajah muram. Di lorong rumah sakit, suasana terasa mencekam. Elara berdiri tidak jauh dari pintu ICU. Tangannya menggenggam ujung bajunya sendiri, berusaha menahan sesuatu yang hampir runtuh di dalam dadanya. Sejak tadi dia tidak duduk. Hanya berdiri, menunggu dengan gelisah, berharap pintu itu terbuka membawa kabar baik. Mira berada di sampingnya, sesekali mencoba menenangkan. Adrian berdiri sedikit lebih jauh, berbicara pelan dengan dokter lain yang baru saja keluar dari ruang perawatan. Ketika dokter utama itu berjalan mendekat, semua percakapan berhenti. Dokter itu menatap Adrian lebih dulu, lalu pandangannya beralih pada Elara. Tatapannya penuh simpati yang justru membuat hati Elara semakin tidak tenang. “Maaf … kami sudah melakukan yang terbaik,” ucapnya penuh sesal. Kalimat itu tera
最終更新日 : 2026-03-21 続きを読む