Adrian memilih menelan semua keresahan sendirian. Sejak malam itu, bayangan kejadian yang hampir merusak semuanya terus menghantui pikirannya. Rasa bersalah tidak bisa dia abaikan, seperti bayangan yang mengikuti setiap langkahnya. Dia tahu seharusnya mengaku pada Elara bahwa dia sempat terjebak dalam situasi yang salah. Namun, setiap kali niat itu muncul, dia malah mengurungkannya. Dia tidak ingin membuat semuanya semakin rumit, dan takut jarak di antara mereka akan semakin lebar. Akhirnya, dia memilih diam dan menyimpan rahasia itu rapat-rapat, seolah akan hilang jika tak pernah dibicarakan. “Siang ini kamu nampak lebih pucat dari biasanya,” ujar sekretarisnya, Anita, ketika Adrian masuk ke kantor. “Ada masalah nih, Pak?” Adrian mengangguk pelan. “Cuma kurang tidur aja, Nit. Terima kasih sudah perhatian.” “Kalau perlu istirahat sebentar ya, Pak. Saya bisa menangani rapat kecil nanti sore.” “Tidak apa-apa, kita lanjut saja sep
最終更新日 : 2026-03-10 続きを読む