“Aku tidak pernah mencintainya, Rio.”Begitu Rio masuk ruang VIP, dia langsung melihat Revan dengan gelas hampir kosong, wajah pucat, mata merah akibat minuman."Kalau begitu kenapa kamu terlihat seperti kehilangan segalanya?"Revan tersenyum hambar, menuangkan minuman lagi."Karena rasa bersalah jauh lebih berat dari cinta. Cinta bisa disembunyikan, tapi rasa bersalah selalu mengikuti seperti bayangan yang tidak bisa dilepas."Revan duduk di sudut ruangan, botol ketiga whiskey hampir kosong. Padahal dia jarang minum seperti ini bahkan saat menghadapi masalah bisnis berat. Rio awalnya menolak karena sibuk proyek baru, sampai bartender menelepon dengan cemas,"Pak Rio, Pak Revan sudah terlalu banyak minum, menolak pulang, dan pindah ke VIP. Saya khawatir ada yang terjadi.”Rio datang cepat dan menemukan sahabatnya dari masa kuliah tidak minum untuk bersenang-senang. Terlihat wajah Revan yang biasanya tegas kini terlihat lelah dan ada kesedihan di sana.“Aku tidak pernah mencintai Clara
Dernière mise à jour : 2026-02-28 Read More