Tanah basah itu masih menyimpan jejak terakhir dari prosesi yang baru saja selesai, dan Elara enggan menutup kisah yang belum sempat dituntaskan. Para pelayat mulai beranjak pergi satu per satu, meninggalkan suasana yang perlahan kembali sunyi, tapi hati Elara belum benar-benar tenang. Elara tetap berdiri di tempatnya, menatap nisan itu tanpa berkedip, seakan waktu berhenti hanya untuknya. Dia tidak ikut melangkah mundur seperti yang lain, seolah ada sesuatu yang masih menahannya untuk pergi. Mira berdiri tidak jauh darinya, memperhatikan dengan hati-hati tanpa berani memaksa, karena dia tahu luka seperti ini tidak bisa diselesaikan dengan kata-kata sederhana. “Elara, kalau kamu sudah mau pulang, bilang sama aku,” ucapnya pelan, memilih nada yang tidak terlalu menekan, tapi cukup untuk mengingatkan. Elara hanya menggeleng kecil, matanya masih terpaku pada tanah yang kini menjadi batas antara dia dan ayahnya.“Aku mau di sini seb
最終更新日 : 2026-03-24 続きを読む