Ada kebenaran yang akhirnya terucap. Bukan untuk menyelamatkan siapa pun, tetapi karena kini sudah tidak bisa lagi disembunyikan.Agatha duduk dengan bahu membungkuk. Wajahnya pucat, matanya sembab, dan setiap gerakan menunjukkan kelelahan yang luar biasa. Suaranya lebih tenang dibanding sebelumnya, meski tetap berat, seolah setiap kata harus melawan hambatan.“Ada satu hal lagi yang harus aku katakan,” ucapnya dengan nada yang jelas.Elara menatapnya tanpa ekspresi, wajahnya tenang. Sementara, Adrian duduk di sofa dekat jendela, satu tangan di saku, punggung setengah menghadap mereka.“Waktu makan malam itu,” lanjut Agatha, suara pelan, tapi jelas terdengar di tengah keheningan ruangan, “Aku tahu Daniel menyentuh kamu.”Adrian langsung menatap Agatha tajam. Garis rahangnya tampak jelas akibat otot yang menegang menahan emosi.“Apa maksudmu, Kak?” tanyanya dengan nada tajam.“Dia sengaja menyentuh tangan Elara,” jelas Agatha, matanya menunduk seolah tidak berani melihat reaksi mereka.
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-09 อ่านเพิ่มเติม