“Bagaimana kondisi cucuku, Dok? Dia baik-baik saja, kan?” Arron mengulang pertanyaannya karena tak sabar menunggu balasan dari dokter.Dokter tersenyum kecil melihat kecemasan di raut wajah Arron.“Anda tenang saja, Tuan Arron.” Dokter menoleh sekilas ke ranjang tempat Kian terbaring, sebelum kembali memandang Arron. “Cucu Anda baik-baik saja.”“Tapi, kenapa dia jatuh pingsan? Keningnya juga terluka, apa dia mengalami benturan keras sampai membuat kondisinya tidak baik?” Arron mencecar berdasarkan kondisi Kian yang tidak baik-baik saja tadi.Dokter tersenyum. “Cucu Anda pingsan bukan karena semua kondisi fisiknya itu, Tuan Arron. Tapi, berdasarkan hasil pemeriksaan luar. Cucu Anda ini sedang hamil.”“Ham … apa?” Arron menatap tak percaya. “Kamu bilang, cucuku hamil?” “Betul.” Dokter mempertegas. “Tapi, untuk memastikan apakah pemeriksaan yang saya lakukan tidak salah, saya akan memanggil dokter kandungan untuk memeriksanya.”Kedua kaki Arron begitu lemas, bukan karena sedih tapi rasa
Read more