Hari ini, setelah menghadiri persidangan Oliver.Kian dan Arthur pergi ke makam kedua orang tua Arthur bersama Arron.Mereka bertiga berdiri di depan dua makam yang bertuliskan nama orang tua Arthur.Hening, tidak ada satu kalimat pun yang meluncur dari bibir Arthur dan Arron.Arthur sudah terlalu lama kehilangan kedua orang tuanya, kata-kata yang ingin dia ucapkan sudah habis tak bersisa.Sampai Arthur mengembuskan napas kasar, sebelum akhirnya membuka suara.“Pa, Ma. Aku tidak akan banyak mengeluh pada kalian lagi. Sekarang, ada Kian bersamaku.” Arthur menoleh pada Kian, tangannya menggenggam erat telapak tangan Kian. Arthur tersenyum pada sang istri, sebelum menatap kembali ke makam sambil berkata, “Dia istriku dan sekarang sedang mengandung cucu kalian. Kuharap, kalian sekarang benar-benar bisa tenang di sana.”Arron menghela napas. “Seperti janjiku pada kalian, aku sudah menjaga Arthur dengan baik. Sekarang tugas itu aku serahkan pada istrinya. Kalian tenang saja, Kian adalah is
Ler mais