Rafka berjalan ke arah ruang keluarga, menghampiri Arron yang sedang duduk sendiri.“Selamat pagi, Tuan Arron.” Rafka menyapa ramah. Dia tersenyum pada Arron.Linda juga melakukan hal yang sama, meski tidak tahu apa yang akan dilakukan suaminya.Arron menoleh pada Rafka dan Linda. Pria tua ini tersenyum ramah.“Selamat pagi, duduklah, kalian mau teh? Biar pelayan siapkan untuk kalian.”Tanpa basa-basi, Rafka dan Linda duduk di dekat Arron, mereka langsung mengiyakan tawaran Arron.Setelah Arron meminta pelayan membuatkan teh. Dia menatap ke Linda dan Rafka.“Selain untuk menemui Kian, apa kalian ada tujuan lain?” Arron menatap bergantian Linda dan Rafka.Keduanya terkejut, apa Kian sudah memberitahu Arron soal sikap mereka pada Kian sebelumnya?“Maksudnya tujuan lain apa ya, Tuan Arron?” Rafka berpura-pura bodoh.“Maksudnya, mungkin kalian ada keperluan di kota ini, jadi kalian mampir ke sini.” Arron menjelaskan.Linda dan Rafka langsung bernapas lega karena ternyata maksud Arron tida
อ่านเพิ่มเติม