Share

Tak Senang

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-04-04 10:40:49

Kian terus di kamar setelah kedatangan paman dan bibinya di rumah.

Sampai sore hari. Kian menghabiskan waktu mengerjakan pekerjaannya di kamar ketika pintu kamar terbuka.

“Ini sudah di luar jam kerja, dan kamu masih duduk menatap laptopmu?”

Suara Arthur mengalihkan tatapan Kian.

Kian menoleh ke sang suami. Senyum Kian terangkat lebar.

“Kamu sudah pulang.” Kian memegang pinggangnya ketika akan berdiri.

“Duduk saja, tidak usah berdiri.” Arthur buru-buru mencegah Kian bangkit.

Apalagi Arthur tahu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
tampol sama duwit juga dia langsung diem Arthur...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Memang Sombong

    Di tempat Luna.Fio terkejut membaca pesan dari Ginny. Matanya menatap tak percaya melihat deretan kata membentuk kalimat pembatalan kerja sama.“Kenapa mukamu begitu? Ayo, katanya kita akan ke HW. Company.” Luna baru saja selesai memakai heels-nya dan siap berdiri dari duduknya.“Ini semua gara-gara kamu.” Fio menatap kesal pada Luna.Kening Luna berkerut dalam mendengar ucapan Fio. “Apa maksudmu?” “HW. Company membatalkan tawaran kontrak kerjasama karena kita telat satu jam. Kamu paham?!” Fio bicara dengan nada tinggi. Dia sampai mengguyar kasar rambutnya ke belakang.Sedangkan Luna bersikap santai, walau dia sebenarnya kesal dengan pembatalan ini.“Sudah dibatalkan ya sudah.” Luna kembali melepas heelsnya. “Memangnya perusahaan besar yang mau kerjasama denganku, hanya perusahaan mereka saja?”Luna mulai sewot dan kembali bicara. “Baru telat satu jam, memangnya mereka tidak tahu sesibuk apa aku ini? Harusnya mereka juga memaklumi.”Fio geram. Dia duduk di dekat Luna dan menatap ke

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Batal Kontrak

    Kian memandang Sienna, matanya tiba-tiba berkaca-kaca tapi sekuat tenaga Kian tidak akan menumpahkan air matanya di hadapan Sienna atau Kaylan..“Ada apa, Nyonya?” Sienna menyadari perubahan ekspresi wajah Kian.Kian menggeleng. Dia mencoba menenangkan dirinya dan menahan diri agar tidak terbawa emosi.“Tidak apa-apa.” Kian tersenyum walau matanya sedikit merah.Kian kembali memandang ke tanggal lahir Kaylan. Tanggal, bulan, dan tahunnya sama dengan kelahiran putranya.Kian tersenyum getir saat teringat pada bayinya, di dunia ini bayi lahir tiap harinya dan pasti ada bayi-bayi yang memiliki kesamaan tanggal lahir satu sama lain. Dan kebetulan tanggal lahir Kaylan sama dengan bayinya, yang membuat Kian teringat pada bayinya yang entah benar sudah tiada atau berada di mana sekarang.Kian mencoba tenang saat kembali menatap pada Sienna.“Aku akan bawa surat-suratnya. Besok aku akan menjemputmu untuk mengajak Kaylan ke sekolah.” Kian menyimpan berkas penting milik Sienna ke dalam tasnya.

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Anak Penuh Semangat

    Setelah puas membeli makanan yang belum pernah Kaylan makan.Kian dan Arthur mengajak Kaylan kembali ke mobil karena Kaylan tidak mau makan di tempat.Yang membuat Kian dan Arthur semakin kagum pada anak ini, Kaylan masih memikirkan Arron di rumah karena tidak diajak makan, sehingga Kaylan minta dibungkus saja.“Kay, sudah tidak ada yang mau dibeli lagi?” Kian memastikan.Kaylan menggeleng. “Sudah tidak ada. Ini sudah banyak. Terima kasih Paman, Bibi.”Kian benar-benar semakin gemas pada Kaylan. Apalagi saat Kaylan bicara semanis ini.Mereka segera pulang.Saat tiba di rumah.Kaylan membawa semua makanan yang dibeli keluar dari mobil.“Biar aku bantu.” Kian mengulurkan kedua tangan untuk mengambil sebagian kantong yang Kaylan bawa.“Jangan, biar aku aja.” Kaylan tak mengizinkan. “Paman dan Bibi yang beli, sekarang aku yang bawain ke dalam, biar adil.”Setelah bicara, Kaylan membawa kantong-kantong makanan itu masuk ke dalam rumah meski sedikit kesulitan.Sedangkan Kiaan menatap tak pe

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Takut Merepotkan

    Di perusahaan.Kian di ruang kerjanya mengecek berkas progres tim marketingnya.Ginny berdiri di depan meja Kian. Dia menunggu Kian selesai, baru melaporkan yang lainnya.“Manager Luna sudah menghubungi dan sepakat dengan point kerjasama yang kita ajukan. Dia bertanya kapan bisa menandatangani kontraknya?” Ginny segera menyampaikan masalah ini begitu melihat Kian menutup berkas di atas meja.Kian diam beberapa detik. Dia menatap Ginny yang menunggu jawaban darinya.“Besok jam berapa aku punya waktu kosong?” Kian memastikan lebih dulu sebelum membuat keputusan.Ginny membuka tablet pintarnya dan membaca jadwal Kian besok.“Besok pagi Anda kosong, lalu jam satu juga jadwal Anda kosong.” Ginny kembali menatap pada Kian setelah bicara.Kian mengangguk. “Besok pagi aku harus menjemput ibunya Kaylan dari rumah sakit, jadi hubungi manager Luna dan katakan kalau penandatanganan kontraknya pukul setengah dua siang.”Gini mengangguk. “Baik, Bu. Saya mengerti.”Begitu Ginny meninggalkan ruangann

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Kebaikan Untuk Kebaikan

    Kian terkejut melihat reaksi berlebihan dari Sienna. Apalagi Sienna sampai hampir menangis.Dengan cepat, Kian segera menjelaskan, “Bukan. Kaylan tidak membuat masalah. Anak sebaik dan sepatuh dia, mana mungkin membuat masalah.”Ketegangan di wajah Sienna perlahan memudar. Dia menatap bingung pada Kian dan Arthur secara bergantian.“Lalu, apa yang mau kalian bahas?” Sienna bertanya dengan sangat hati-hati.Kian tersenyum kecil untuk menenangkan Sienna, lalu setelahnya dia menjelaskan, “Mengingat Kaylan harusnya sudah mulai mengenyam pendidikan. Kami berniat menyekolahkan Kaylan atas persetujuanmu.”Sienna menegakkan punggungnya. Dia menatap bergantian pada Arthur dan Kian seolah tak percaya.“Anda, kenapa sangat baik padaku? Kenapa sangat baik pada Kaylan. Apa kalian memiliki maksud tersembunyi?” Sienna menatap curiga. Bagaimanapun, mana ada di dunia ini orang sebaik Kian?Ini tak masuk akal untuk Sienna.Kian mengerti kenapa Sienna mempertanyakan niatnya.Kian lebih dulu mengambil t

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Mau Sekolah?

    Keesokan harinya.Kian langsung turun ke bawah untuk melihat Kaylan.Dia cemas karena semalam Kaylan tidur sebelum makan.Kian takut Kaylan kelaparan dan tidak berani memberitahu siapa pun.Saat masuk ke dalam kamar. Kian langsung mencari keberadaan Kaylan.Tapi dia tak menemukan anak itu di kamar.“Di mana dia?” Kian panik.Baru saja Kian ingin memanggil nama Kaylan, dia sudah lebih dulu mendengar suara dari arah kamar mandi.Kening Kian berkerut dalam. Tatapannya tertuju ke arah pintu kamar mandi yang terbuka.Perlahan Kian mendekat, sampai Kian menatap tak percaya pada apa yang dilihatnya.“Kay, apa yang sedang kamu lakukan, hm?” Kian menatap Kaylan berjongkok di dalam kamar mandi, kedua tangannya memegang baju yang basah.Kaylan langsung berdiri. Baju yang dicucinya kini tergeletak di lantai kamar mandi.“Kamu sedang mencuci?” Kian memastikan.Kaylan menyembunyikan kedua tangan di belakang tubuhnya, pandangannya tertunduk. “Aku hanya nyuci bajuku, biar Bibi tidak repot mencucinya.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status