Lampu kilat dari puluhan kamera wartawan saling menyambar tanpa henti, menerangi ruang aula utama HW. Company yang telah disulap menjadi tempat konferensi pers. Puluhan mikrofon dari berbagai media massa terpasang rapi di atas meja panjang, tempat Kian, Arthur, Ginny, dan Kendrick duduk menghadap para pencari berita. Suasana begitu formal, tertib, sekaligus menegangkan.Arthur memajukan tubuhnya ke arah mikrofon, membuka jalannya konferensi pers dengan suara baritonnya yang tenang tapi penuh wibawa. “Selamat siang kepada rekan-rekan media sekalian. Terima kasih telah hadir pada siang ini.” Arthur menjeda kalimatnya sejenak, lalu kembali melanjutkan. “Hari ini, kami dari pihak manajemen HW. Company ingin meluruskan segala simpang siur yang terjadi di masyarakat terkait kualitas produk terbaru kami.”Arthur menjeda kalimatnya lagi, lalu dia memberi isyarat kepada Kendrick untuk menampilkan data di layar proyektor besar di belakang mereka.“Pertama, terkait tuduhan bahwa produk kami
Read more