Share

Dikejar Wartawan

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-07-04 15:37:37

Bukannya panik melihat Fio yang sangat cemas, Luna justru menyunggingkan senyum remeh.

Luna melipat kedua tangannya di dada. Matanya masih menyorot tenang.

“Lalu kenapa kalau mereka membuat klarifikasi? Takut apa? Paling mereka cuma bisa membantah soal kualitas produk mereka. Publik sudah terlanjur percaya pada video Rose, Fio. Biarkan saja mereka meronta-ronta menyelamatkan citra perusahaan mereka yang sudah hancur.” Luna bicara dengan entengnya.

“Misal klarifikasi, yang kena juga Rose, buka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Klarifikasi Rose

    Kian bergegas melangkah kembali ke rumah utama bersama Mia setelah mendengar apa yang pelayan katakan.Begitu melangkah masuk ke dalam ruang tengah.Tatapan Kian tertuju pada Arthur sedang duduk di sofa dengan pandangan tertuju ke layar televisi besar yang menyala.Kian menghentikan langkahnya, pandangannya kini tertuju pada siaran berita yang sedang berlangsung.“Ada apa, Sayang?” Kian mulai bertanya.Tatapan Arthur tertuju pada Kian. Dia membuat gerakan dengan tangan agar Kian duduk di sampingnya. “Duduklah dulu. Kamu juga, Mia.” Begitu Kian sudah duduk di sampingnya dan Mia duduk di sofa tunggal, Arthur mencari chanel berita lain lalu memperlihatkan berita yang baru saja ditontonnya. “Lihat apa yang baru saja disiarkan di beberapa chanel berita.”Kening Kian berkerut dalam. Pandangan mereka semua kini tertuju sepenuhnya pada layar kaca yang sedang menayangkan sebuah video wawancara eksklusif secara langsung dari kediaman Rose.Di layar televisi. Rose tampak duduk dengan wajah se

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Jangan Terlena

    Sore hari.Kian melangkah menyusuri jalan setapak di taman belakang menuju paviliun tempat yang Mia tinggali sementara agar terhindar dari jangkauan luar dan tekanan dari Luna.Kian sudah berdiri di depan pintu. Dia tak langsung masuk ke dalam, tapi mengetuk pintu lebih dulu dan menunggu sampai Mia membukanya.Tak beberapa lama kemudian, terdengar suara knop yang diputar.Kian menatap Mia yang berdiri di hadapannya saat pintu di hadapannya ini terbuka.Kian tersenyum hangat pada Mia. “Bu Kian, masuklah.” Mia langsung membuka lebar pintu paviliun.“Kita bicara di luar saja, Mia. Udaranya sejuk dan lebih menenangkan daripada di dalam,” kata Kian agar Mia bisa membiasakan diri dengan suasana di tempat ini.Mia mengangguk patuh. Dia keluar lalu duduk di kursi yang ada di depan paviliun bersama Kian.Kian menatap Mia yang diam dengan tatapan tertunduk.Kian lebih dulu menghela napas panjang, lalu membuka suara. “Bagaimana kondisimu, Mia? Apa tempat ini cukup nyaman untukmu?”Mia mengangka

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Biar Menerima Akibatnya

    Di dalam ruang kerja Arthur yang tenang di gedung HW. Company.Sisa-sisa ketegangan dari konferensi pers tadi siang perlahan mulai mencair. Kian masih duduk di sofa bersama Arthur setelah kepergian Mia.Arthur sudah meminta orang untuk mengawal dan menjaga Mia dengan selamat.“Terima kasih banyak, ya. Kamu sudah mengizinkan Mia untuk tinggal sementara di paviliun belakang rumahmu. Dengan begitu, dia akan aman dari ancaman atau intimidasi dari pihak Luna dan orang-orangnya.” Kian menatap penuh syukur karena Arthur selalu mendukung setiap keputusan yang dibuatnya.Tangan Arthur membelai lembut rambut Kian, bibirnya tersenyum kecil, lalu dia membalas, “Tidak perlu berterima kasih. Semua ini juga demi HW. Company.”“Lagi pula, itu hanya untuk sementara waktu sampai kehebohan ini sedikit mereda dan tim hukum kita berhasil menyelesaikan semua berkas gugatan resmi untuk menyeret Luna dan Rose ke pengadilan. Setelah itu, Mia akan aman di mana pun dia tinggal nantinya.”Kian mengangguk-angguk

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Dapat Balasannya

    Suara di seberang sana bukan suara lembut Adam yang biasa memanjakannya, melainkan sebuah bentakan menggelegar yang sarat akan kemurkaan. Luna terbungkam, detak jantungnya seolah berhenti berdenyut.“Gara-gara kebodohan dan keangkuhanmu itu, namaku ikut terseret di konferensi pers tadi pagi, Luna! Kamu menyebut namaku di video rekaman sialan itu!”Suara Adam terdengar penuh kemarahan dengan napas memburu kasar.Belum juga Luna membuka suara lagi, sudah kembali terdengar suara Adam.“Siang ini, istri dan keluarga besarku tahu soal hubungan kita! Posisiku di partai dan pemerintahan sekarang sedang berada di ujung tanduk karena skandal ini! Paham kamu!”“Say-sayang, aku tidak bermaksud ... itu rekaman tersembunyi–”“Cukup! Jangan pernah hubungi nomor ini lagi!” potong Adam dari seberang panggilan. “Jangan pernah berharap aku akan membantumu. Urus sendiri masalah hukummu, dan jangan berani-berani menyeret namaku lebih jauh kalau kamu masih sayang dengan nyawamu!”Luna terkesiap.Sambunga

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Saling Menyalahkan

    Dengan pengawalan ketat dari beberapa petugas keamanan studio yang tersisa, Luna dan Fio akhirnya berhasil menyelinap keluar melalui pintu darurat basement untuk menghindari wartawan yang berkerumun di luar. Mereka pergi menggunakan mobil salah satu kru pemotretan untuk mengelabui wartawan.Sepanjang perjalanan di dalam mobil, Luna hanya bisa meremas jemarinya sendiri hingga memutih. Napasnya memburu, sementara ponselnya tidak berhenti bergetar karena ratusan panggilan dan pesan masuk yang sengaja dia abaikan.Harapan Luna untuk menemukan ketenangan di apartemen pribadinya seketika pupus. Begitu mobil yang dikendarai Fio memasuki area gerbang kompleks apartemen mewah itu, pemandangan di depan lobi utama sudah berubah menjadi lautan manusia. Puluhan mobil van milik stasiun televisi dan ratusan wartawan telah mengepung tempat tinggalnya, lengkap dengan kamera yang siap siaga.“Sialan! Kenapa mereka tahu tempat ini?!” umpat Luna histeris, memukul dasbor mobil dengan frustrasi.“Luna,

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Dikejar Wartawan

    Bukannya panik melihat Fio yang sangat cemas, Luna justru menyunggingkan senyum remeh. Luna melipat kedua tangannya di dada. Matanya masih menyorot tenang. “Lalu kenapa kalau mereka membuat klarifikasi? Takut apa? Paling mereka cuma bisa membantah soal kualitas produk mereka. Publik sudah terlanjur percaya pada video Rose, Fio. Biarkan saja mereka meronta-ronta menyelamatkan citra perusahaan mereka yang sudah hancur.” Luna bicara dengan entengnya.“Misal klarifikasi, yang kena juga Rose, bukan aku. Kenapa kamu harus sepanik ini?” Luna kembali bicara.Fio menghela napas frutasi, dia kembali menatap cemas pada Luna saat bicara.“Bukan itu, Luna! Bukan cuma soal produk!” Tangan Fio sedikit gemetar saat menunjukkan salah satu berita yang baru saja dirilis beberapa menit lalu. Itu adalah video siaran ulang konferensi pers Kian yang sudah membanjiri portal berita, lalu menyodorkannya tepat di depan wajah Luna. “Lihat ini! Lihat sendiri apa yang mereka tunjukkan ke media!”Luna mengerutkan

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Minta Izin Arron

    Arron mengangguk pelan.Arron melangkah lebih dulu ruang kerja pribadinya, diikuti Kian di belakangnya.Mereka masuk ke dalam ruang kerja. Setelah pintu tertutup, Kian mengajak Arron duduk di sofa.Kian lebih dulu memastikan sang kakek duduk dengan nyaman, kemudian dia duduk di sofa tunggal.“Jadi

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Orang-orang Baik

    Setelah Diana dan Kaylan tak terlihat lagi dari jangkauan mata.Liza langsung melipat kedua tangannya di dada. Matanya beralih menatap pada Kian untuk menuntut penjelasan."Jadi, Kian? Kamu berhutang cerita padaku.” Liza melirik pada Sienna setelah bicara.Kian terkekeh pelan, lalu menyentuh pundak

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Pernikahan Kontrak

    Kian membulatkan bola mata lebar, bahkan kini bibir mungilnya bergerak gagap. “Ap-apa?”Paman dan bibi Kian sangat syok, mata mereka melotot seperti ingin terlepas dari tempatnya.“Apa yang kamu katakan?” lirih Kian saat merasakan pundaknya diremas kuat.Arthur menoleh Kian, ekspresi wajahnya datar

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Calon Suami?

    “Kian, buka pintunya atau kami dobrak!” “Anak kurang ajar, kamu benar-benar tak tahu diuntung!”Di dalam rumah. Kiandra Shaylin, wanita berusia 27 tahun ini terkejut dari mimpinya mendengar suara gedoran pintu begitu keras dari luar.Kian duduk di atas ranjang, matanya yang berat menatap ke arah pi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status