Pelayan paruh baya itu mengangguk cepat mendengar pertanyaan Arthur. “Ada, Tuan. Di rumah ada beberapa kamera CCTV yang dipasang di area pagar depan, halaman samping, sama di lorong lantai dua. Tadi subuh semua rekaman dan mesin memorinya sudah diambil dan dicek langsung oleh pihak kepolisian untuk diselidiki.”Arthur mengangguk paham, wajahnya yang sempat tegang kini sedikit mengendur. Keberadaan rekaman kamera pengawas itu setidaknya bisa menjadi bukti bagi pihak kepolisian untuk mengungkap siapa pelaku sebenarnya, sekaligus melindungi nama HW. Company dari tuduhan liar publik.Kian mengulurkan tangannya, dia mengusap lembut punggung tangan anak perempuan Rose yang masih tampak trauma. “Bi, kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga Ibu Rose bisa segera melewati masa kritisnya dan cepat sadar, ya.”“Terima kasih banyak atas perhatiannya, Nyonya, Tuan.” Balas pelayan itu.Arthur kemudian menoleh ke arah Kendrick yang berdiri beberapa langkah di belakang mereka. “Ken, ikut aku sebe
Read more