Sebuah McLaren hitam memasuki sebuah area luas. Di tengah-tengah terdapat bangunan megah bergaya klasik Eropa yang berdiri angkuh dengan pilar-pilar marmer yang menopang balkon lantai dua. Supercar itu berhenti di halaman depan. Reon turun dari mobil dengan wajah datar.Langkahnya melambat ketika pintu utama dibuka oleh kepala pelayan."Selamat malam, Tuan Muda Sankara.""Nyonya dan Tuan di mana?" tanya Reon singkat."Mereka sudah di ruangan makan, Tuan Muda.""Oke."Setelah melangkahkan sepatunya masuk ke ruangan makan, Reon langsung terpaku di tempat. Ya, melihat siapa saja yang mengisi meja makan membuat lelaki itu mengerutkan kening tak suka. Di sana, terlihat Damian dan Diana duduk bersebelahan. Lalu, di sisi lain, ada Lucien, Sherine, serta—"Akhirnya calon menantuku datang," sahut seorang wanita paruh baya elegan berambut panjang gelombang. Dialah, Sharron, istri kedua Lucien.
Leer más