Langkah kaki pelayan terdengar rapi dan teratur, diikuti aroma makanan hangat yang memenuhi ruangan.Tapi entah kenapa, perut Senia justru terasa semakin mual.Pelayan itu mendekat, meletakkan dua mangkuk nasi hangat di atas meja kecil, lengkap dengan beberapa hidangan laut yang tersusun rapi di sampingnya. Udang, ikan, telur, dan sayuran disajikan dengan porsi yang cukup untuk dua orang.Begitu selesai, Nando hanya melirik sekilas. “Kau bisa pergi,” ucapnya singkat.Pelayan itu langsung mengangguk dan meninggalkan ruangan tanpa bertanya lebih jauh.Suasana kembali sunyi, hanya tersisa dua orang di dalam ruangan yang sama, dengan jarak yang tidak terlalu jauh namun terasa cukup untuk menciptakan ketegangan.Nando menoleh ke arah Senia. “Apa kau bisa makan sendiri?” tanyanya tanpa basa-basi.Senia terdiam sejenak sebelum menjawab, “Aku akan mencoba.”Nando mengangguk, lalu bergerak mendekat. Tangannya meraih pergelangan tangan Senia, tidak kasar, namun cukup tegas untuk mengarahkan. Ia
最終更新日 : 2026-04-12 続きを読む