“Rekam yang tadi sekali lagi, Mari. Aku ingin dengar ulang bagian tengahnya.”Senia berdiri di samping piano dengan tangan masih menempel di permukaan tuts yang sudah mulai ia hafal bentuknya. Mari segera menyiapkan ponsel dan mengangguk kecil. “Baik, Nona. Anda sudah bisa memulainya.”Nada kembali mengalun di ruang itu, dan kali ini terasa lebih rapi dan terarah dari sebelumnya. Senia tidak pernah menghitung waktu juga tidak berniat untuk menghentikan dirinya di tengah jalan. Ia memainkan bagian yang sama berulang kali sampai merasa cukup, lalu perlahan menarik tangannya menjauh.“Sudah, Mari, aku ingin beristirahat dulu sebentar dan untuk hasilnya, kita dengar nanti saja.”Mari mematikan rekaman, lalu mendekat untuk membantu. “Nona ingin ke mana sekarang?”“Ke ruang tengah, sharusnya nenek masih ada di sana kan.?”Mari mengangguk dan langsung meraih lengan Senia, membimbingnya keluar dari ruang musik. Langkah mereka pelan, teratur, melewati lorong yang sudah mulai terasa akrab bagi
最終更新日 : 2026-05-02 続きを読む