“Nih. Kamu baca deh.”Jennar menyodorkan tablet ke arah Birru, jarinya menunjuk salah satu komentar yang muncul paling atas.“Kata akun Mahmud23, dia mau main ke Triple bareng suaminya. Katanya tempat billiard-nya kelihatan keren dari luar, Mas. Dia sering lewatin kalau pas berangkat kerja.”Birru membaca sekilas, lalu sudut bibirnya terangkat. Senyum itu tumbuh pelan, bukan senyum dibuat-buat, melainkan rasa puas yang tak bisa disembunyikan. Kolom komentar di layar tampak hidup: pujian tak berlebihan, pertanyaan soal jam buka, sampai emoji api yang berderet. Dan semua itu membuat dadanya bergemuruh.“Cepat juga nyebarnya,” gumamnya, lalu mengangguk kecil. “Keren, ya.”Ia mengembalikan tablet ke tangan Jennar, tatapannya masih sempat melirik layar seolah ingin memastikan itu bukan ilusi.“Iya,” sahut Jennar bersemangat. “Media sosial itu memang begitu. Media promosi yang cukup murah, tapi dampaknya besar. Kalau nanti ada sedikit budget, kita bisa pakai influencer yang memang main di d
Last Updated : 2026-02-10 Read more